Sabtu, 28 Januari 2012

Pembentukan karakter siswa melalui pemberian layanan Bimbingan dan Konseling

karakter atau watak hakekatnya adalah ciri kepribadian yang berkaitan dengan pertimbangan nilai moralitas normatif yang berlaku.Kualitas watak seseorang bersifat relatif tetap dan akan tercermin pada penampilan kepribadiannya ditinjau dari sudut timbangan nilai moral normatif yang mencakup aspek emosional, intelektual, moral dan spiritual menurut Sharon Wisniewski dan Keneth Miller dalam proposal Prof. Moh Surya menyatakan bahwa karakter dipandang sebagai suatu hubungan timbal balikyang sehat antara diri dengan tiga hal pasti yaitu lingkungan eksternal (orang lain dan fisik), internal (diri), dan lingkungan spiritual (sesuatu yang maha besar dan abadi) oleh karena itu karakter akan menyatu dalam perilaku, mulai dari niat, fikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan sebagai wujud totalitas kepribadian.
Saat ini sedang gencarnya mengenai pendidikan karakter sebagai upaya untuk menyelesaikan berbagai krisi yang menimpa bangsa. Pendidikan karakter dipandang sebagai satu solusi mendasar dalam membangun bangsa. Pendidikan karakter harus diajarkan secara kognitif dengan segala ketentuan akademiknya. Karakter tidak dapat dibangun hanya diajarkan tetapi diinternalisasikan melalui pendekatan secara holistik.
Pemerintah memberikan 18 nilai nilai pendidikan karakter yang dijabarkan sebagai berikut Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial, dan tanggung jawab. Ruang lingkup pendidikan karakter  meliputi dua aspek yang dimiliki manusia yaitu aspek kedavam dan aspek keluar. Aspek ke dalam atau aspek potensi meliputi aspek kognitif (olah pikir), afektif (olah hati), dan psikomotorik (olah raga). Aspek ke luar yaitu aspek manusia davam konteks sosiokultural dalam interaksinya dengan orang lain meliputi interaksi dalam keluarga, sekolah dan masyarakat dalam makalah pascasarjana UPI menurut Puskur (2011). Masing masing aspek memiliki ruang yang berisi nilai-nilai pendidikan karakter.
Konselor sebagai profesi yang profesional memiliki tantangan di abad 21 ini untuk memberikan pembaharuan dan mampu menghapus paradigma negatif tentang profesi konselor. Konselor sekolah mengarah pada profesi dan pembaharuan davam memberikan bantuan kepada siswa tidak hanya menyelesaikan masalah akan tetapi membentuk karakter, mengembangkan kemampuan baik bakat ataupun minatnya serta dukungan kepada siswa dalam pencapaian prestasi akademik, advokasi keadilan sosial dan akuntabilitas konselor.
Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki empat komponen program yaitu:
1. layanan dasar bimbingan atau layanan kurikulum bimbingan yang tujuan  pemberian layanannya adalah menunjang pencapaian semua tugas tugas perkembangan siswa dalam indikatornya melalui bimbingan informatif secara klasikal atau kelompok.
2. layanan Responsif, pada dasarnya responsif merupakan bantuan kepada siswa yang bersifat "urgent", mengalami krisis, sesegera mungkin dan memerlukan bantuan khusus. Dalam layanan responsif konselor memberikan layanan baik berupa individual ataupun kelompok.
3. layanan perencanaan individual, layanan ini membantu siswa untuk membuat dan melaksanakan perencanaan pribadi, sosial, belajar/pendidikan dan  karier. Tujuan layanan ini membantu siswa memahami pertumbuhan dan perkembangannya, membuat perencanaan dan melaksanakannya untuk menuju tujuan perkembangan yang hendak dicapainya.
4. Dukungan sistem, adalah dukungan kepada konselor dengan melibatkan beberapa pihak yang terkait dengan upaya membantu staf bimbingan.
Pendidikan karakter merupakan pekerjaan bersama sebagai pendidik untuk mampu membentuk karakter anak didik sehingga tercapai tugas perkembangannya secara optimal, konselor sekolah menggunakan empat komponen untuk membetuk karakter siswa melalui kegiatan bimbingan dan konseling sehingga olah hati, pikir, raga dan rasa bisa terintegrasi dengan baik dan pada akhirnya tujuan dari pembentukan karakter bangsa, pendidikan nasional dan pelaksanaan bimbingan dan konseling dapat tercapai.



Sumber :
Moh, Surya. 2012 . Revitalisasi Konseling Dalam Membangun Karakter. Makalah. -.-.
IIs l, dkk. 2012. Peranan Guru BK Dalam Membangun Karakter Siswa Mengacu Pada 18 Karakter Siswa. Makalah.-.-.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar